<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>rumahkerja.org &#187; Pilihan</title>
	<atom:link href="http://rumahkerja.org/tag/pilihan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahkerja.org</link>
	<description>.visualworks</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 May 2010 08:06:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Menempatkan Proses Ketika Menentukan Pilihan</title>
		<link>http://rumahkerja.org/kata-kita/menempatkan-proses-ketika-menentukan-pilihan/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://rumahkerja.org/kata-kita/menempatkan-proses-ketika-menentukan-pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 20:19:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Priambudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Kemauan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Proses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahkerja.blogsome.com/2009/06/13/46/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Priambudi
“Mungkin hanya itulah (kekuatan berpikir), yang pertama kali akan selalu diajarkan kepada seseorang. Bagaimana seseorang mampu untuk menuangkan pikirannya, bagaimana seseorang mampu menelaah segala sesuatu, bagaimana seseorang mampu bereaksi secara spontan dengan ketepatan, diajarkan juga bagaimana langkah-langkah seseorang dalam mencoba memecahkan masalah. Seperti menjadi suatu keharusan, bahwa berpikir adalah jalan terbaik menuju sebuah penyelesaian.”(Kekuatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Oleh: Priambudi</p>
<p style="text-align: justify;">“Mungkin hanya itulah (kekuatan berpikir), yang pertama kali akan selalu diajarkan kepada seseorang. Bagaimana seseorang mampu untuk menuangkan pikirannya, bagaimana seseorang mampu menelaah segala sesuatu, bagaimana seseorang mampu bereaksi secara spontan dengan ketepatan, diajarkan juga bagaimana langkah-langkah seseorang dalam mencoba memecahkan masalah. Seperti menjadi suatu keharusan, bahwa berpikir adalah jalan terbaik menuju sebuah penyelesaian.”(Kekuatan Berpikir: M. Muhadzis)</p>
<p style="text-align: justify;">Di dunia ini tidak ada hal yang sukar maupun hal yang mudah. Juga tidak ada atau tidaklah tepat kalau disebutkan bahwa seseorang itu bodoh ataupun pintar. Biasanya, orang berpendapat bahwa sukar adalah pendapat orang bodoh dan mudah itu adalah pendapat orang pintar. Sebetulnya tidak demikian. Tidak ada sukar, tidak ada mudah, tidak ada bodoh juga tidak ada pintar. Yang ada hanya mengerti dan belum mengerti. Yang mengerti tentu bisa dan kalau sudah bisa, menjadi mudah. Yang belum mengerti tentu tidak bisa dan kalau belum bisa, menjadi sukar. Jadi, tidak ada hal sukar di dunia ini selama seseorang mau belajar agar mengerti dan bisa. Kalau belum mengerti, maka carilah, pergunakan akal budi yang dianugerahkan sebagai manusia. Segala hal pasti akan dapat diatasi!</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-5"></span>Bagi mereka yang mampu menyelesaikan masalahnya tentu  akan mendapat predikat pintar, sedangkan bagi mereka yang tidak mampu maka disebutlah bodoh. Seseorang yang mampu menyelesaikan berbagai permasalahan akan mendapat predikat super pintar (baca: jenius); itu dikarenakan ia mengetahui melebihi pengetahuan manusia disekitarnya. Sehingga pada umumnya, tingkat intelegensia manusia hanya dibagi menjadi dua: pintar dan bodoh. Padahal kalau ditelaah, penjabaran antara bodoh dan pintar hanya terletak dari: sudah tahu dan belum tahu. Bagi mereka yang dianggap bodoh tetapi ada keinginan untuk belajar sehingga mereka menjadi pintar dengan kata lain dia yang tidak tahu tetapi ada keinginan belajar (supaya tahu) sehingga dia menjadi tahu. Orang yang tidak tahu apa-apa (bodoh-red), jika dia memiliki kemauan untuk belajar, maka ia akan menjelma menjadi manusia pintar. Jadi, yang ada adalah yang sudah tahu dan yang belum tahu atau yang sudah mengerti dan yang belum mengerti. Lantas, siapa yang lebih pantas mendapatkan gelar bodoh? Yang lebih pantas mendapatkan predikat bodoh ialah mereka yang tidak memiliki kemauan untuk belajar, secara otomatis ia akan selamanya tidak tahu, itulah Si Bodoh yang sebenarnya.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi<br />
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus<br />
belajar, akan menjadi pemilik masa depan (Mario Teguh).</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Semua bermula dari bukan apa-apa dan akan kembali menjadi bukan apa-apa.  Demikian pula manusia, mereka (semua manusia) dilahirkan dari bukan siapa-siapa, bahkan dalam urusan makan pun seorang bayi harus dibantu, kalaupun kelak ia “menjadi orang” maka hal itu adalah hasil dari proses yang ia lakukan. Disinilah letak dimana proses berperan penting dalam menentukan pintar atau bodoh, mengerti dan belum mengerti, paham dan belum paham, memiliki dan belum memiliki.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengacu pada uraian di atas, bagaimana sebaiknya seseorang dalam bersikap? Untuk menjawab pertanyaan ini, tentu saja harus dikembalikan kepada masing-masing individu dalam menempatkan posisinya. Pintar atau bodoh? Sudah mengerti atau belum mengerti? Sudah memiliki atau belum memiliki? Dengan mengetahui berada di posisi yang mana, seseorang tentu akan dapat menentukan langkah  yang akan diambil.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebab semua bermula dari bukan apa-apa dan akan kembali menjadi bukan apa-apa.</p>
<p style="text-align: justify;">Wallahu’alam  a’laa kulli hal.</p>
<p style="text-align: justify;">Bandung, 11 Juni 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahkerja.org/kata-kita/menempatkan-proses-ketika-menentukan-pilihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
