<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>rumahkerja.org &#187; Konsep</title>
	<atom:link href="http://rumahkerja.org/tag/konsep/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahkerja.org</link>
	<description>.visualworks</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 May 2010 08:06:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Penyuntingan : [mungkin] sebuah konsep</title>
		<link>http://rumahkerja.org/kata-kita/penyuntingan-mungkin-sebuah-konsep/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://rumahkerja.org/kata-kita/penyuntingan-mungkin-sebuah-konsep/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 11:50:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firdaus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Konsep]]></category>
		<category><![CDATA[Penyuntingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahkerja.blogsome.com/2008/06/21/penyuntingan-mungkin-sebuah-konsep/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : firdaus a.
Saya hadiahkan anda dengan sebuah permintaan maaf sebelumnya. Karena mungkin, sedikit tersentak jika tiba-tiba harus membicarakan tutorial-like article yang mungkin sebelumnya belum pernah saya tulis. Tapi ini hanya sebuah konsep, yang sebagian orang dianggap mewakili kata dasar tapi sebagian lain juga mengartikannya dengan permulaan.&#160;
Jika kita pilih kata &#34;dasar&#34; maka semuanya seperti sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : firdaus a.</p>
<p>Saya hadiahkan anda dengan sebuah permintaan maaf sebelumnya. Karena mungkin, sedikit tersentak jika tiba-tiba harus membicarakan <em>tutorial-like</em> <em>article</em> yang mungkin sebelumnya belum pernah saya tulis. Tapi ini hanya sebuah konsep, yang sebagian orang dianggap mewakili kata dasar tapi sebagian lain juga mengartikannya dengan permulaan.&nbsp;</p>
<p>Jika kita pilih kata &quot;dasar&quot; maka semuanya seperti sangat rumit sehingga harus dibangun dengan pondasi yang kuat, baru kemudian sebuah bangunan bisa dikatakan &quot;terbangun&quot;. Tapi kemudian jika kita pilih kata yang lainnya yaitu &quot;permulaan&quot;, maka pengaruh kuat rumitnya sebuah ilmu, akan tiba-tiba menghilang. Seperti halnya, bagaimana cara SAYA menulis secara pribadi, tidak saya awali dengan dasar yang baik, hingga kata maaf di awal tulisan inipun harus saja terlontar. Dan kemudian memang harus dimaafkan, mau atau enggan sekalipun.</p>
<p>Akan terlalu rumit jika pembahasan kita kerucutkan pada satu atau media tertentu, itu sudah (setidaknya sempat) saya pikirkan sebelumnya. Pembicaraan yang &quot;sempit&quot; justru akan terasa &quot;luas&quot;. Pengkotak-kotakan bahasan tanpa didahului sebuah konsep, justru akan membawa kita pada area bicara yang seperti tanpa batas. Mana kanan-kiri-depan-belakang-atas-bawah, seperti.. saya katakan &quot;seperti&quot; yang hilang. Kemungkinan terbaiknya hanya &quot;kabur&quot;, &quot;kurang jelas&quot;. Tapi ini akan semakin menyebabkan tujuan pembicaraan semakin hilang -sama sekali.</p>
<p>Melakukan penyuntingan -setidaknya menurut saya, adalah seperti gerbang terakhir (gerbang, tapi terakhir) menuju terbebasnya sebuah karya seseorang (apapun namanya, sesuai medianya) dari kurungan imajinasi dalam lingkup pembuatnya. Ia adalah seperti penerjemah, yang melakukan manipulasi untuk perkerjaannya, tapi dengan syarat, diketahui oleh pemilik bahasa yang sedang Ia terjemahkan. Menyunting sama sekali bukan memperbaiki keburukan, menyunting bukan melengkapi kekurangan. Menyunting adalah mempersiapkan kemasan, yang dengan kemasan itu, semakin muncullah apa yang sedang berada didalamnya. Jika harus berbicara konsep, maka itulah penyuntingan. Setidaknya menurut saya (sekali lagi).</p>
<p>Semoga, kita tidak saling ber&#8217;adu&#8217; makna.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahkerja.org/kata-kita/penyuntingan-mungkin-sebuah-konsep/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejatinya kita memang harus menunggu</title>
		<link>http://rumahkerja.org/kata-kita/sejatinya-kita-memang-harus-menunggu/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://rumahkerja.org/kata-kita/sejatinya-kita-memang-harus-menunggu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 18:44:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>RumahKerja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Konsep]]></category>
		<category><![CDATA[Waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahkerja.blogsome.com/2008/05/23/sejatinya-kita-memang-harus-menunggu/</guid>
		<description><![CDATA[Sangat bisa dimengerti, jika menunggu adalah seperti sebuah padanan korelatif dengan kebosanan, maka itu sedikitnya bisa dimengerti. walaupun sebenarnya tidak selalu bisa dibenarkan, karena ternyata -sesuai judul, Sejatinya kita memang harus menunggu.
Bisa dimengerti kan, ternyata lalu lalang kita di bumi milik Dia ini, hanya untuk sebuah perkara ‘kecil’ yaitu menunggu. Kepastian pasti muncul, hanya saja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img class="alignleft" style="border: 1px solid black; margin-left: 10px; margin-right: 10px;" src="http://rumahkerja.blogsome.com/wp-admin/images/thumb-sting.jpg" border="1" alt="" hspace="10" width="139" height="180" align="left" />Sangat bisa dimengerti, jika menunggu adalah seperti sebuah padanan korelatif dengan kebosanan, maka itu sedikitnya bisa dimengerti. walaupun sebenarnya tidak selalu bisa dibenarkan, karena ternyata -sesuai judul, Sejatinya kita memang harus menunggu.</div>
<div>Bisa dimengerti kan, ternyata lalu lalang kita di bumi milik Dia ini, hanya untuk sebuah perkara ‘kecil’ yaitu menunggu. Kepastian pasti muncul, hanya saja entah kapan. Itu, yang kita sebut menunggu. Bukan untuk sebuah kesia-sian tapi kepastian dari Sang Pasti.<br />
Jadi, benar adanya bahwa &#8220;life is waiting&#8221;, hidup adalah sebuah waktu peluruhan tubuh, sampai pada titik lebur dengan syarat batas bebas. Nah, menunggu inilah yang jadi uji kelayakan kita sebagai penunggu.</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahkerja.org/kata-kita/sejatinya-kita-memang-harus-menunggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
