Sejatinya kita memang harus menunggu

Sangat bisa dimengerti, jika menunggu adalah seperti sebuah padanan korelatif dengan kebosanan, maka itu sedikitnya bisa dimengerti. walaupun sebenarnya tidak selalu bisa dibenarkan, karena ternyata -sesuai judul, Sejatinya kita memang harus menunggu. Bisa dimengerti kan, ternyata lalu lalang kita di bumi milik Dia ini, hanya untuk sebuah perkara ‘kecil’ yaitu menunggu. Kepastian pasti muncul, hanya


20 mei 2008

Sebelum kita benar-benar menjadi pragmatis, mungkin ada baiknya jika kita sebentar menengok masa lalu kita. sebentar pula kita bandingkan dengan kenyataan yang sedang kita hadapi sekarang. adalah saya, tidak menyukai apa yang disebut dengan proporsionalitas, sebab sering saya saksikan ada kecenderungan malah tidak proporsional, orang yang berbicara proporsionalitas. tapi sudahlah, persoalan itu tidak lagi penting


Mengheningkan Cipta

Maaf jika kami terlalu lama mengheningkan cipta, tapi ini bukan tanpa alasan. Kesibukan yang padat membuat rumahkerja seperti yang sedang dirundung mendung tebal di atas ubun-ubunnya. Kegiatan yang biasa kami lakukan, kami tinggalkan sejenak mengingat suatu hal yang kami pikir lebih penting pada skala prioritas kami dahulukan. Bukan berarti rumah kami tinggal pergi dan dibiarkan


Baru Saja Belajar Bicara

Jadi.. harus terpatah-patah dulu, baru nanti setelah kita sadar benar dengan apa yang kita bicarakan, lantanglah.        


Selamat Datang Di RumahKerja BLOG

Blog ini adalah rumah maya yang kedua ketiga bagi kami setelah rumahkerja.tk dan rumahkerja.blogsome.com Semoga Bermanfaat.