Bisa dimengerti kan, ternyata lalu lalang kita di bumi milik Dia ini, hanya untuk sebuah perkara ‘kecil’ yaitu menunggu. Kepastian pasti muncul, hanya saja entah kapan. Itu, yang kita sebut menunggu. Bukan untuk sebuah kesia-sian tapi kepastian dari Sang Pasti.
Jadi, benar adanya bahwa “life is waiting”, hidup adalah sebuah waktu peluruhan tubuh, sampai pada titik lebur dengan syarat batas bebas. Nah, menunggu inilah yang jadi uji kelayakan kita sebagai penunggu.
Jadi, benar adanya bahwa “life is waiting”, hidup adalah sebuah waktu peluruhan tubuh, sampai pada titik lebur dengan syarat batas bebas. Nah, menunggu inilah yang jadi uji kelayakan kita sebagai penunggu.


Aku lebih setuju jika kita menunggu dengan dinamis. Dalam ruang tunggu tersebut terlalu banyak hal yang teramat sayang untuk dilewatkan. Bahkan jika kita bisa “think outside the box” akan teramat banyak kedinamisan yang tercipta.