Sumbangsih

carstensz dove

BALADA SEJAJAR

biar cuma tinggal aku dan Tuhan di merah bumi ini
yang masih tegakkan kalimat-kalimat langit biru
aku tak akan lumpuh layuh

dengarkan aku berkata sebelum hilang mabuk ini
aku tak mau pulang ke garis pantai matahari
ini mudaku
tak akan dapat kau raih dengan rambut sudah memutih

-12 mei 2005-
sayang, jatinangor

carstensz dove

PEJAGALAN

perawan-perawan subuh di pejagalan
tebaskan golok tajam di leher sapi-sapi jantan
daging mentahnya diangkut pedati ke pasar pagi-pagi

aku mau sungguh,
dekap perempuan yang betulkan kain
di pinggang perempuan lain

-12 mei 2005-
sayang, jatinangor

carstensz dove

KUPU-KUPU BETINA

kupu-kupu betina hinggap di dinding porselen kamar mandi lelaki
ia hisap gula sisa-sisa tadi siang musim hujan
kembang-kembang taman kota berdosa padanya
yang tumbuh subur dipupuk tanah peringatan
pelaku malam kencing berdiri tegak lurus dengan rumput

12 mei 2005
sayang, jatinangor

carstensz dove

DUA KALI TANAH

kalau dalam lingkaran api hangat ini
dapat uapkan tembakau keterlenaan dunia
maka aku pasti menjadi suluh dari pohon jati Belanda

asap fitrah ini bakal membubung sampai neraka paling bawah
bangunkan setan-setan biar terus tidur nyenyak
di pekuburan-pekuburan pencakar langit

betis-betis perempuan sedang dielus penulis-penulis bencana
di rumah-rumah duka yang masih porak poranda
pada pangkal dupa yang belum berjumpa bejana
rahib-rahib dhuha mematut tongkat di tanah sekarat

kalau dalam bau kemabukan ini
dapat embunkan dedaunan lelaguan surga
maka aku pasti akan menjadi gelas kaca bening Duralex

dingin hawa ini bakal sisakan panas hingga kutub paling utara
hibernasikan beruang-beruang biar terus kekenyangan
di kolam-kolam kebun kamboja

rambut kanak-kanak sedang disisir pembeli-pembeli samudera
di halaman dekat sumur yang tanahnya retak-retak

sayang, jatinangor
14 mei 2005

carstensz dove

KEMANA PERGINYA PUISI YANG KUBUAT TADI PAGI

dan tentang negeri yang bercerita bagaimana bercerita
pada kanak-kanak yang hendak gantung diri
dengan tali sepatunya sendiri yang kotor
oleh bercak lumpur-lumpur sawah dekat pantai
nelayan yang pulang tanpa ikan tangkapan
padahal tongkang telah berpukat rapat
di haluan kanan dan kiri sama saja
berangkulan berdekapan mendustakan

dan tentang kasta ksatria yang duduk di singgasana
kerajaan hilang direndam air terjun
bebas dari ketinggian bertutur koak elang gurun
kering sampai-sampai kaktus tak bergetah
putih susu bersemayam dalam perut perindu
pungguk-pungguk berbeban selongsong timah peluru
panas tandus lembah-lembah gunung-gunung selatan
magnet batuan tak sanggup tarik pulang kaum urban
di kota-kota suci para brahmana
yang ksatrianya tak duduk di singgasana

sayang, jatinangor
14 mei 2005

carstensz dove

HIDANGAN PENUTUP

seorang tukang masak mati menjelang sarapan pagi
ramuan kebanggaannya dilahap belatung
serta-merta menjamur diatas wajan dingin

rempah-rempah kebun tropis menggugat angin
yang bawakan hama kabar dari istana negeri pelukis
membusuklah ia sebelum musim gugur tiba

kompor-kompor berapi biru enggan menyala
dalam kemerahan sore tanpa matahari
berkaratlah ia bersama sulfur hujan
sekuning mata besi gompal bergerigi

ikan-ikan tutupi mata hingga tersesat
dalam lubuk kecil milik pengail
hendak tidur ia biar lihat dunia darat
sebulat kering lendir di lengkung insang bersisik

seorang tukang masak mati dalam tidurnya
diatas dipan pembaringan igauan dapur
ia lupa tuliskan kata pada piring-piring bening
ihwal koktail yang sudah tak segar

sayang, jatinangor
15 mei 2005

carstensz dove

LELAKI MALAM dan KUCING PEREMPUAN

lelaki malam berjalan di lorong tak bertuan
kucing perempuan melengking pada suara tak nyana

lelaki malam sembunyikan wajah ke bawah
dari bintang setelah ricik hujan
kucing perempuan tentangkan muka pada gelap
di renda-renda atap dekat awan

malam adalah perempuan yang tak tercakar
kuku-kuku lelaki kucing

sayang, jatinangor
15 mei 2005

carstensz dove

BERHALA BUNDA

dalam sering, aku lemah atas hamparan pasir museum
debu-debu urdu kian rapat melekat
pada belulang belalang ini
yang rangkak dari palung rumput paling jauh

sayap ini dipatahkan kanak-kanak yang lari-larian
di ladang singkong berurat daun merah jambu
sewarna pelupuk mata petani renta

peraba ini diremukkan bangau-bangau pengungsi sebelah kaki
dibasah sawah usai pesta panen saat purnama

dalam sering, aku lunglai atas tepian sungai
batu-batu purba koyak dikikis jeram
selepas hujan dari tanggul-tanggul kota

belalang ini sembah sujud atas muslihat Bunda

sayang, jatinangor
15 mei 2005

carstensz dove

KABAR dari KOTA LAMA

sebagai pasar ia sudah tak terpakai saudagar
sampan-sampan jadi bangkai di pinggir kali abu-abu
ini kota dari pulau yang lautnya mengering
demi tinta tuk tuliskan jembatan yang sapa langit

kristal garam masih bersisa
pada kutikula ujung daun pohon masam
lama menjelma arang dibakar matahari tanjung utara

hijau lumut ini untuk nestapa yang kubawa lari
ke gunung-gunung tentang berita angin dari jendela tua

sayang, jatinangor
15 mei 2005

;sebagai sandingan foto milik Firdaus Ariefatosa

carstensz dove

RELIGI KAMAR MANDI

bahkan tentang kamar mandi
aku tak pernah semena-mena menjajah

biar melembap dosa badan bekas perkenalan
biar kelupasan semen di tembok jadi saksi telanjang

buang!
jijik pada lubang jamban yang hadap dua kutub bumi
basuh!
sisa pahala dari keramaian ranjang tadi pagi
lekas!
sembahyang sebelum matahari mengaku Tuhan

bahkan tentang kamar mandi
aku bersikukuh berlindung dari selangkang setan

sayang, jatinangor
15 mei 2005

carstensz dove

BELALANG

maka kini akulah belalang yang mampu terjemahkan
bahasa bungkam ilalang
dalam buaian ketiak langit
dalam belaian lengan padang berjari bebukitan

maka kini akulah belalang yang sedang hinggap terbang
menjadi musuh petanam-petanam tebu
sampai jera saban kemarau datang

lowonglah lokomotif-lokomotif warisan dari jumputan batang
heninglah rel-rel-nya dari gemuruh besi beradu

maka kini akulah belalang dalam toples kaca bening
bedahlah perut ini dengan pisau paling terasah
hingga dapat kau lihat yang kumakan

sayang, jatinangor
15 mei 2005

carstensz dove

PERTEMUAN MIMPI

suatu hari kita pasti bertemu
seperti abjad-abjad merangkai bunga kata
pada kertas awan beraksara langit tujuh

suatu hari kita pasti bertemu
selayak gugus bintang merangkai galaksi semesta
pada satu titik Tuhan bergantung seluruh

suatu hari kita pasti bertemu
nyatakan kesungguhan panggung tidur

sayang, jatinangor
15 mei 2005

carstensz dove

KEHENDAK MASA

mudah-mudahan esok pagi ia benar-benar datang
mohon angkat saja dua malaikat dari bahu ini
padamkan juga iblis yang memerah dalam darah
sampai hanya Engkau yang layuhkan jiwa ini

layanan pesan singkat tentang penantian hari Sabtu
dari bocah berlengan patah
yakinkan Bunda perihal sulungnya yang masih bernyawa

kalau dunia mati sebab pesakit yang pasrah
maka itu bukanlah aku

seseorang niscaya terkubur di tanah yang dikehendaki

sayang, jatinangor
17 mei 2005

carstensz dove

UNTUK SEJARAH

pahlawan-pahlawan yang gugur kemarin tak pernah kamuskan
senapan nuklir yang sembunyi di laut-laut gurun
pembangkit lentera gubuk-gubuk bambu

mereka tak berdarah digilas mesin zaman
akulah pejuang yang torehkan pena pada layar kaca bening

mereka tak bersiasat dalam atmosfer angin
akulah pengendara lintasan udara dengan kertas-kertas hitam

sayang, jatinangor
17 mei 2005