Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah Subhana wa Ta’ala. kita memuji-Nya, mohon pertolongan-Nya dan ampunan-Nya. Dan kita berlindung kepada Allah dari kejahatan nafsu dan keburukan amal. Barangsiapa yang ditunjuki Allah, maka tidak ada seorang pun yang bisa menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka tidak ada yang memberinya petunjuk.
Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah semata dan tidak ada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, menyampaikan risalah Islam, menunaikan amanah, menasehati umat dan berjihad dijalan Allah dengan sebenar-benarnya sampai ajal menjemput.
Adapun setelahnya,
Dalam bentuk Weblog, akhirnya tulisan-tulisan saya pun berakhir. Begitu kira-kira kalau saya boleh mengira-ngira. Sedianya ada pertanyaan “kenapa tidak dari dulu?”. Maka, saya sungguh enggan menjawabnya. Seperti Leo Tolstoy dalam “Tuhan Maha Tahu tapi Ia Menunggu”, mungkin seperti itulah jawaban saya. Namun saya tidak ingin berdalil kepada Leo Tolstoy. Cukuplah hal itu sebagai pengetahuan saja. Tidak sampai kepada keyakinan. Karena imanensi cenderung bersifat permanen pada seorang diri. Dan saya khawatir hawa nafsu saya menguasai. Saya berusaha sekuat tenaga untuk melawannya.
Masih dalam bentuk Weblog, kalau boleh saya memberi judul. Ada banyak kalimat yang ingin saya letakkan untuk judulnya. “Sekedar Pengantar menuju Al-Qur’an (kalau boleh disebut demikian)” merupakan pilihan pertama saya, tapi alangkah gegabah kalau saya sebutkan hal itu untuk tulisan-tulisan saya -dan karena memang saya pun tidak begitu kapabel dalam urusan itu- . Saya pun mundur dari judul tersebut. Mungkin lain kali. Kemudian saya pun beralih pada judul “Sekedar Pengantar menuju Sesuatu”. Tapi apa? Kemana? Mengapa?. Saya menangkap adanya teka-teki disini -dalam judul ini-. Karena saya tidak melihat tulisan-tulisan saya sebagai sesuatu yang rumit. Mungkin bukan saat ini.
Apabila masih boleh terus berbicara proses, tibalah saya kepada sebuah pilihan terakhir, yaitu “Berbagi Diary”. Agar saya bisa lebih bebas dari pembelaan diri yang berlebihan terhadap suatu karya, maka saya pun memilih judul tersebut. Sederhana, tidak membuat orang bertanya-tanya, terbukanya kesempatan dalam berbagi pengalaman dan mungkin yang paling penting buat saya adalah “terdengar lucu” dan tidak menghakimi.
Layaknya sebuah buku -atau mungkin kalau disini akan disebut blook-, tentulah akan ada ucapan terima kasih dari penulis kepada orang-orang yang telah bekerja untuk “terjadinya” blook ini. Dorongan moril maupun materil menjadi sangat berarti bagi penulis dan orang-orang yang telah menyerahkan segenap usahanya untuk ini. Adalah keluarga, sahabat-sahabat, orang-orang terdekat dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan-lah yang telah menjadi motivator paling lugas. Saya tidak mengatakan bahwa saya adalah penulis blook “Berbagi Diary”, karena saya hanya “pengumpul” tulisan-tulisan yang terjadi -dan memang telah ada yang melakukannya dalam dunia nyata sebelum ini-. Ada banyak orang hebat yang mendukung saya dalam hal ini.
Kawan-kawan GSSTF Unpad dan teman-teman Fisika Unpad 2001 adalah dua wilayah indah yang telah memukau hati dan pikiran saya. Betapapun mungkin saya tak banyak berarti untuk kedua “institusi” tersebut, tetaplah saya ini “pernah” menjadi bagian dari keduanya sekaligus. Sedikit atau banyak. Dan bisa jadi, pada keduanya-lah saya banyak berhutang budi. Science of Art ataupun Art of Science, bagi saya sangat membingungkan pada awalnya dan terus membingungkan hingga sekarang. Saya lupa bahwa manusia memiliki sifat lupa. Persoalannya kemudian adalah bagaimana seseorang mampu mengeliminir kesalahannya sendiri setiap harinya.
Penulis dikenalkan pada nama-nama seperti; Firdaus Ariefatosa, Yus Asmara, Priambudi, Femmy Ismayadhie yang kesemuanya pernah atau sedang bergelut dalam ranah Science dan Art. Kemudian ada pula nama-nama diantaranya; Ifnul Mubarak, Daniel Satyaloka dan Haeruman yang selalu bersemangat dalam menyingkap Science seutuhnya. Masih ada Eko Hermawan dalam jajaran digital design. Ah, saya hampir lupa, ada Andi AP yang sering menitipkan kronologi dalam tiap motivasi. Dan tiba-tiba saja saya teringat nama Hanif, diluar segala persoalan Science dan Art. Kepada nama-nama tersebut, sudah selayaknyalah penulis banyak-banyak menyampaikan terima kasih. Karena keterbatasan tempat, saya tak mampu menyebutkan nama-nama lain yang penulis kenal namun ikut membantu dalam terwujudnya blook ini. Sekali lagi, adalah penulis menyampaikan terima kasih kepada semua nama yang penulis kenal, namun tidak tersebutkan disini. Semoga segala kebaikan berujung pada kebaikan. Amin.
Juga do’a-do’a yang terus-menerus dari kedua orang tua dan keluarga yang telah menguatkan kami -saya, penulis dan semua yang terlibat- untuk terus berjuang dan bersabar dalam menegakkan keyakinan yang kami anggap benar. Semoga kami mampu dan tetap mampu menjadi seorang anak yang berbakti kepada kedua orang tua. Sebagai bekal untuk hari ini dan seterusnya. Sebagai sumbangsih kami kepada tanah air dimana kami lahir. Sebagai suatu kerinduan kepada kehidupan yang lebih baik lagi. Semoga.
Mungkin yang terakhir, apresiasi dan interpretasi atas “Berbagi Diary” akan menjadi renungan yang tak dapat dipungkiri oleh penulis. Terlepas dari persoalan harus mengerti atau tidak harus mengerti. Tulisan tetaplah tulisan. Jika itu benar maka ambillah dan jika tidak benar maka buanglah jauh-jauh. Penulis hanya ingin berlepas diri dari sesuatu yang tak diingini. Tak ada yang pernah benar-benar sempurna.
Dan kesempurnaan hanyalah milik Sang Penguasa Alam, Yang Maha Hidup, Yang Kekal, Yang Mengetahui gerak gerik hati kami. Hanya kepada-Nya kami mohon petunjuk dan pertolongan. Jika tulisan ini tepat dalam tujuan dan saya cermat dalam menyusunnya, maka yang demikian itu merupakan nikmat dan anugerah Allah yang tidak terhingga, dan segala puji bagi Allah dari awal hingga akhir, juga lahir dan batin. Shalawat, salam dan keberkahan semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan semua sahabatnya. Amin.

