carstensz dove
sajak cinta untuk ia
tetes embun pagiku hilang
tersapu air-air sungai bangun tidur
terjerat keniscayaanku perlahan
bersama langit senja mengganti birumemekatkan lembayung tak bergaung
pada garis-garis udara hendak merenungdiantar kereta awan senantiasa berpendar
menembus batas-batas warna kian pudar
saat gemilang bola mata mengakarpergi lagi tetes-tetes malam yang dingin
berserak di kulit daun sepi terpilin
membuai taburan bintang di pelupuk mata
bersemi menggetar mengetuk halus cita-citaangin malam telah bersimpuh di lereng gunung
dari jauhnya berjalan menerjang laut badai
menantilah ia untukku demi ketidakbosanan yang merapat mendekatmekanika kuantum molekul -30 april 2004-
carstensz dove
Ingat Sobat
Ingatkah sobat, saat kaki kita melayang di udara
Sejenak bosan dan berlalu dengan hampa
Peluh bercucur jatuh di tanah yang telah dijejakRumput-rumput hijau telah kering seiring langkah gontai
Menjanjikan rebah namun tak mungkin lagi ditepatiSurya petang jenuh bila sinarnya hanya sampai pelipis ini
Dan daun gugur layangkan salam hangat dari langit
Ketika hamparan bukit bertuah sedih berperiItulah sobat, karena kita mendamba silam yang tak serupa
Sendirian berjalan pada arahan yang nyata-nyata-gsstf, 19 june 2004-
carstensz dove
Selamat Datang Senang
Hidup sementara!
Pada getar dawai-dawai terkunci
Pada lenting punggung-punggung pembenciHidup kadang-kadang!
Cerita-cerita liar di kulit meradang
Kisah-kisah sendu di cangkang terbuangHidup biasa!
Rincik hujan yang jatuh miring menyentuh bumi
Matahari sore yang gelap terlalu cepat-gsstf-
carstensz dove
(…)
Aku akrab dengan engkau diluar segala sensasi
Hai, halo… kujawab sapamu yang mabuk
Dari remang segitiga malam
Dalam pulang berdampingan sama sisi
Enggan kulalui kelokan jalan becek-becek habis hujan
Untuk tanah merah tak bersalahAku tak biasa hadapi manusia biasa
Berucap dari pandang menerjang
Mendengar dari suara-suara beda-gsstf feb 05-
carstensz dove
jujur adalah matahari yang selalu terbit dari timur
pulang ke peraduan di ufuk barat pada kalender yang tepatdaun angsana yang jatuh terlalu riuh untuk hati lumpuh
dimana bumi adalah nisan kenangan pelantur bijak
merahnya untuk tetesan darah
coklatnya untuk selaput kulit mati22 maret 2005
carstensz dove
Kost-an Tosa 01 Juni 05
mukaku tunduk pada wajah khusyuk
dusta lagi dari air suci
angin renggutkan sepi. baru saja
seperti biasa. lagi. mabukTuan, temui aku dibalikmu
laparku membusung ragu. cekung
igaku berenda segi delapan
bertalut laut di mataapa jawab lorong bui kusam?
tak putih. sinar abu-abu. dari kirisayang, jatinangor
01 mei 2005
carstensz dove
Dari Tidur
acungkan tangan!
untuk tiap adegan tidur malam
kerek yang sahut lagu lama
di barisan kejantanankalau sekali ini tak jua jumpa?
sempurnalah kutukan Bunda
meski mereka datang. bergantian
memaksa dicumbu. kenal pun tidak
berhenti disela-sela jarak dekatkatakan!
ada yang lebih sempurna dari lahir?
selamat malam!sayang, jatinangor
01 mei 2005
05 mei 2005
carstensz dove“pakailah kunci ganda! demi keselamatan kendaraan Anda!”
Hal-ihwal yang melingkupi sebuah gembok adalah kewaspadaan atau lebih tepat, kehati-hatian. Itu pun kalau dilihat dari sudut pandang pemasangnya. Ia merasa harus melindungi sesuatu miliknya. Dan gembok dijadikan usaha terakhir. Saya atau orang lain pada umumnya (kalau ternyata dapat disebut sama) akan memandang si pemasang gembok sebagai seseorang yang sangat ketakutan. Sebab gembok itu dipasang setelah kunci utama. Apa namanya bagi orang yang memiliki rasa khawatir terhadap sesuatu, dengan kemudian memasangkan gembok sebagai kunci selain utama, jika tidak dapat disebut sebagai orang yang sangat ketakutan?.
Wajar! Cuma itu mungkin kata pamungkas untuk mengakhiri konflik interpersonal dalam diri manusia sendiri. Yang satu mempertahankan diri dengan kalimat “ saya hanya bersikap hati-hati “, yang lain menyerang dengan kalimat “ itu adalah ketakutan berlebihan! “.
Lepas dari semua polemik. Mungkin ada baiknya kita mulai bertanya tentang gembok ini kepada pembuatnya. Motif dasar apakah yang menjadi “preambule” si pembuat gembok, sehingga bisa dijadikan argumen yang menguntungkan kedua belah pihak yang saling mempertahankan pendapatnya masing-masing itu tadi.
Silahkan bertanya! Atau kalau sungkan, mungkin kita sudah harus melakukan dua hal berbeda, memasang gembok atau tidak memasang gembok. Setelah kunci utama terpasang tentunya.
Carstensz dove
Kalau aku dapat buka gembok surga sekarang
Maka aku akan menjadi yang terakhir menutupnyaEnggan kurebut kunci-kunci neraka Tuhan
Takut ini semakin menjadi hingga dekat matiKalau aku tahu bakal ada yang hilang
Akan kugandakan pintu rumah ini-gsstf, jatinangor-
carstensz dove
Lembang, 28 Mei 2005
dingin serentak jelma rayap
yang gerogot kayu-kayu malam
hingga terbaca gurat renta
yang tak sepanjang usia kitasampai jumpa Tuan!
kumasih terjaga biar kau lelap
diujung uban yang saksikan kau silam
sebagai tawanan angka
sampai batas tak hinggasampai jumpa Tuan!
tidak sama kita tentang alam raya
juga anak-cucunya
aku masih bening
biar luka nganga di sebentaran malamlembang, 28 mei 2005
carstensz dove
sajak subuh
mesti
bertelekan pada kursi sabuk kendara
kau laluiku berundung siang mendunglagi
dibulat matamu gerimis enggan jera
lapis kaca itu tiada pasti kuteluhsudah kuterka. tinggal canda kau sisa
tak’kan kau ingat aku di pernikahanmu
nanti. mungkin. selalu mungkin
dari udara kau aku cakap menarisayang, jatinangor
08 juni 05
nikah
buat para guruserupa Ema Bapa’ku. mereka berlainan
matang asam digunung, masak garam di lautan
tersaji juga orok pada meja dunia
buat sesama. beralas piring cawan pesta
sesaat setelah akad. serupa itu sajaadalah susah membayang rencana surga
dari kacamata tanah sendiri
tak akan sampai. bisa jadi tak inginlekaslah bercampur. cukupkan gugurnya bayi di timur
sayang, jatinangor
08 juni 05
carstensz dove
seorang
aku punya siapa selain kalian?
aku ditikam. Aku menikam
aku disanjung. Aku menyanjungbertubuh mimpi. Menumbuh jangkung
bermata hampa. Memejam durjatapi mimpi tak menubuh
tapi hampa tak mematatak ingin ku ‘tuk muslihati dosa
bernyaman pahala bicara membusa
tak ingin ku bersunyi menggunjing desahaku bukan pesakitan sejarah
aku ingin sembuh selalu. Sebagai peziarahaku punya siapa selain kalian?
sayang, jatinangor
10 juni 05
carstensz dove
versi jatuh cinta
semakin jatuh cinta aku pada halus tidur putri salju
harap kecupku bangunkan sendu gaunnya
terjuntai meluluh mahkota negeri cerita
berkilatan pedang jiwaku di matanya redupkeletak sepatu sebelah telah menemu kaca
di pecah kakiku setelah perjalanan lelah
menembus ruang-ruang sepi istana puri
menisbi kidung-kidung sunyi nuranitambah mabuk aku pada anggur nujum
pemberian Delilah semalam lalu
raib sudah. dan kumulai melemah
goyah. dongeng mengejawantahsemakin bersyukurku pada kasih yang kukenal dekat
dipelupuk mata hati. diseberang lautan jagat
jatuh. jauh. semakin jauh cinta. cita
semakin jauh citasayang, jatinangor
24 june 2005
carstensz dove
pulang (kesekian kali)
asap jerami terbakar, tak membubung ke awan
tenang berjalan mendatar segalah atas sawah
di barat, merah petang acak-acakan
semacam kegalauan petani meresahroda-roda bis ini berputar mengejar angin
ingin mengalahkannya di jalanan aspal hitam
malam berteman yang tetap tegak berdiri
tidak, cuma rindu selalu jadi pemenangsejatinya tubuh kurusku menghenyak dada Ibu
maafkanlah Isya’mu yang tak mampu rawat dirisayang, jatinangor
28 juni 05
carstensz dove
Nabi
buat pipin alpianseorang Nabi mencuci pakaiannya sendiri
di sungai surga perkataan Tuhan-nya
aku mau juga bersihkan noda nista ini
lewat gemericik bening airnyaaku tak menyebut aku
untuk kebersalahan yang mendalam
mendarah daging sebiru sampul bukuleluhur telah mati dipenggal Guillotine
siang tadi. tak memerah. tak ada potongan kepala
segala mengabur menghablur sejernih terpentin
malam ini. tak menghitam. tak ada gagak di atapseorang Nabi kalahkan benderang purnama
pada pertengahan bulan wajah Tuhan-nya
kita ingin pula putihkan dosa atas nama
melalui seberkas cahaya terang-nyasayang, jatinangor
30 juni 2005
carstensz dove
sajak pantai untukmu (dari anak mantan nelayan)
aku ingin menyapamu dengan kasih yang sampai
bersama burung-burung manyar di tepian pantai
berselimut senda gurau
sehangat pakaian pulauaku ingin menyanjungmu sedalam lautan
bersama lembut ganggang biru meriap umbang
meningkap tirai tiris
bersimbah aku liristak’kan bernaung ku pada palung
tak’kan gundah ku rasa merenungsayang, jatinangor
01 juli 2005
carstensz dove
dalam kemabukan, tuk pesankan sesuatu pada semua saudaraku
dalam keadaan patahan-patahan
aku temukan masa-masa sebentaran
baru saja, kemudian dan ada lagiselalu tuliskan sesuatu saat ketakutan
yang katanya tak nyata namun nyana
seperti kehilangan waktu dan tertinggal
tadi sudah tapi berlaku lagiberkejaranlah pena dengan pikiran
dan aku semakin meninggi
diatas puncakan-puncakan umat
aku kan katakan kebenaransebab dari sini semua serasa melambat
bahkan bercermin pun tadi, mata memberat
katanya begadang pun tak beginibeginilah keberputaran itu
semoga tak bakal berulang Tuhan!
jagalah aku dalam kebaikan-Mu!apakah dari sekarang kumatikan De javu
yang senantiasa menjelma hantusayang, jatinangor
23 september 2005
carstensz dove
sebab pengembara
sebab aku tak boleh menjadi mereka
sebab aku tak lahir sebatang kara
masih bercadas sisa keringat di gunung-gunung desa
mengapur membelit belulang hingga tewasnyaputih-putih pribumi makin meninggi makin kesini
hitam-hitam malam kian mengerak di kulit ubisetiap pengembara tak nisankan hati di tempat terjejak
selintas saja torehkan pahatan rindu lalu terus bergerak
sebentar berkobar, meredup lagi api unggun Sang Rahwana
sekian Sinta tak akan dicinta, biar tubuhnya selalu mengangatak kan ciut ku pada apapun setelahnya
sayang, jatinangor
24 september 2005

